Dari Nggak Bisa Bahasa Mandarin Hingga Dapat Beasiswa Full di China, Ini Dia Kisahnya!
Meraih mimpi untuk kuliah di China memang bukan perkara yang mudah. Selain karena pendaftaran yang harus disiapkan dari jauh-jauh hari, kuliah di luar negeri berarti bahwa Sobat Pandai harus mempersiapkan dokumen dan kemampuan berbahasa untuk survive selama masa studi.
Kalau bicara soal kuliah di China, mungkin banyak yang beranggapan bahwa hanya mahasiswa dengan kemampuan bahasa Mandarin tinggi seperti HSK 5 atau HSK 6 yang akan diterima. Namun, sebenarnya anggapan seperti itu kurang benar, lho! Kesempatan kuliah di China sebenarnya masih terbuka lebar, bahkan bagi mahasiswa yang belum memiliki kecakapan dalam bahasa Mandarin.
Masih belum yakin untuk kuliah ke China? Yuk ikuti kisah Khusnul Karomah, salah satu kisah sukses IndoPanda yang berhasil mendapatkan full plus scholarship untuk program belajar bahasa Mandarin di China!
Pertemuan Pertama yang Penuh Pertimbangan
Khusnul Karomah pertama kali mengenal IndoPanda di tahun 2023, tepatnya ketika menghadiri seminar offline yang waktu itu diadakan di Jakarta. Dalam acara offline tersebut, tim IndoPanda menyampaikan berbagai program yang disediakan, mulai dari program degree S1 hingga S3, belajar bahasa Mandarin secara online, dan sekolah bahasa langsung di China. Selain penjelasan dari IndoPanda, sesi ini juga diisi dengan konsultasi terkait studi ke China bagi Sobat Pandai yang masih merasa bingung mengenai program yang harus dipilih.
Sama seperti peserta seminar lainnya, Khusnul hadir dengan pertimbangan yang beragam. Waktu itu, dirinya berniat untuk melanjutkan studi S2 di China demi meningkatkan kompetensi di lingkungan kerja.
Sebagai peserta yang kala itu sudah memiliki pekerjaan yang mendukung, pembicaraan soal studi ke China perlu dipertimbangkan secara matang. Dengan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, ada progres karier yang saat itu harus dikorbankan demi meraih mimpi.
Dengan berdiskusi bersama IndoPanda, Khusnul akhirnya memutuskan untuk mengambil program bahasa Mandarin dengan durasi 1 tahun. Selain karena durasinya yang lebih pendek, bahasa Mandarin juga merupakan salah satu bahasa yang kini dikenal oleh ranah internasional sehingga sangat bisa dijadikan poin plus di dunia kerja!
Meski Sempat Mengurungkan Niat, Tetap Berkomunikasi dengan IndoPanda
Di balik suksesnya Khusnul dalam meraih beasiswa full untuk program bahasa, rupanya ada kisah perjuangan panjang yang pastinya akan menarik untuk disimak. Setelah memantapkan pilihan untuk mengambil program sekolah bahasa di China, dilema lain yang dialami Khusnul adalah mencari program yang cocok dengan budget dan target.
Diskusi panjang dengan IndoPanda pun membuat Khusnul akhirnya memilih beasiswa Confucius Institute Scholarship (CIS) yang paling terkenal di antara kalangan mahasiswa internasional. Dengan coverage-nya yang meliputi biaya kuliah, akomodasi, hingga uang saku, beasiswa yang satu ini memang terkenal dengan tingkat persaingannya yang tinggi.
Sadar bahwa kesempatan kuliah dengan beasiswa CIS butuh persiapan yang matang, Khusnul pun mulai mengumpulkan dokumen dan kelengkapan lain yang dibutuhkan. Selain mempersiapkan dokumen, Khusnul yang kala itu belum bisa bahasa Mandarin sama sekali memutuskan untuk mulai belajar HSK 1 hingga HSK 3. Persiapan bahasa ini dibutuhkan karena memiliki minimal sertifikat HSK 3 merupakan syarat utama mendaftar beasiswa CIS untuk program bahasa.
Persiapan bahasa ini mampu diselesaikan Khusnul dalam waktu singkat berkat dukungan program Fast Track Mandarin Online (FTMO) yang fokus utamanya adalah mempersiapkan siswa dengan kecakapan Mandarin sesuai dengan kurikulum HSK. Lewat program ini, Khusnul berhasil menguasai bahasa Mandarin hingga HSK 3 dalam waktu kurang lebih 6 bulan.
Terlepas dari persiapan tersebut, ujian HSK 3 yang diambil Khusnul kala itu belum membuahkan hasil yang memuaskan, terutama karena durasi belajar yang saat itu belum selesai. Dengan tingkat persaingan beasiswa CIS yang semakin sengit, Khusnul pada akhirnya mengurungkan niat untuk mendaftarkan diri pada beasiswa fully funded tersebut.
Meski pada akhirnya tidak mendaftar beasiswa CIS, kisah perjuangan Khusnul belum selesai, lho! Setelah berdiskusi dan bertukar informasi, Khusnul dengan didampingi oleh IndoPanda berhasil menemukan program lain dengan syarat dan potongan biaya yang sesuai preferensi. Pada akhirnya, Khusnul berhasil mendapatkan informasi terkait beasiswa Nanchong Vocational and Technical College yang menyediakan beasiswa fully funded bagi mahasiswa internasional tanpa syarat HSK!
Persiapan yang Membuahkan Hasil
Beasiswa dari Nanchong Vocational and Technical College terasa bagai pintu kesempatan baru yang terbuka lebar. Dengan syarat yang tidak begitu rumit dibandingkan dengan beasiswa CIS, program yang satu ini dirasa sangat sesuai dengan kondisi dan budget Khusnul saat itu.
Tanpa membuang waktu lebih banyak, Khusnul langsung menyampaikan ketertarikannya dalam mengambil program beasiswa tersebut. Dengan dokumen yang sebelumnya sudah sempat disiapkan saat hendak mendaftar beasiswa CIS, Khusnul dapat dengan segera menyelesaikan pendaftaran dengan bantuan dari IndoPanda. Meski terdengar sepele, menyelesaikan pendaftaran secepat mungkin sangat menguntungkan, terutama karena beasiswa dengan cakupan luas cenderung lebih cepat menutup kuota pendaftaran.
Meski begitu, mengumpulkan dokumen bukan berarti akhir dari perjalanan Khusnul dalam memperjuangkan beasiswa bahasa Mandarin yang diinginkannya. Sembari menunggu hasil dari pihak Nanchong Vocational and Technical College, Khusnul mulai mempersiapkan diri untuk wawancara beasiswa yang waktu itu menjadi salah satu prosedur dari universitas terkait. Persiapan ini memang sebaiknya dilakukan dari jauh-jauh hari karena beberapa universitas dapat memberikan jadwal wawancara secara mendadak.
Berkat persiapan dan diskusi secara aktif dengan IndoPanda, Khusnul merasa sangat siap ketika akhirnya mendapatkan undangan untuk lanjut ke tahap wawancara. Dalam kesempatan tersebut, Khusnul pun menyempatkan diri untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Mandarin berdasarkan kemampuan berbicara yang diperolehnya lewat belajar bersama IndoPanda.
Rupanya, kemampuan Khusnul dalam memperkenalkan diri menggunakan bahasa Mandarin menuai reaksi positif dari pihak universitas. Tindakan tersebut dianggap sebagai komitmen dan bukti keseriusan Khusnul dalam mempelajari bahasa Mandarin di negeri China. Berkat inisiatif tersebut, Khusnul pun berhasil diterima dengan beasiswa fully funded di Nanchong Vocational and Technical College. Keren sekali, ‘kan?
Setelah Belajar 1 Tahun Bahasa, Lalu Apa?
Menyelesaikan program 1 tahun bahasa di China bukanlah akhir dari cerita Khusnul. Setelah kembali ke Indonesia, kemampuan Khusnul dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin jelas semakin piawai. Kecakapan menggunakan bahasa Mandarin ini pun membuatnya mendapatkan kesempatan untuk menaiki jenjang karier dengan lebih mudah!
Nggak sampai di sana, Khusnul pun sempat bercerita bahwa kemampuan bahasa Mandarin ini membuatnya mendapatkan tawaran kerja dari berbagai perusahaan, lho! Bukan hanya perusahaan nasional yang kala itu menghubungnya, tetapi juga perusahaan luar negeri yang membutuhkan talenta berbahasa Mandarin.
Intinya, pengalaman belajar selama 1 tahun ini bukan hanya untuk memperdalam kemampuan bahasa Mandarin, tetapi juga membuka kesempatan lebih besar seperti penunjang karier atau akademik!
Mau Dapat Beasiswa Bahasa Mandarin Juga? Yuk Hubungi IndoPanda
Kisah perjuangan Khusnul bukan satu-satunya cerita sukses dari IndoPanda! Dengan pengalaman bertahun-tahun dalam membantu mahasiswa Indonesia mewujudkan mimpi studi di China, IndoPanda siap banget buat bantuin Sobat Pandai untuk meraih kesempatan yang sama!
Mau juga mendapat beasiswa belajar kuliah di China hingga fully funded? Sebenarnya, mimpi tersebut bisa Sobat Pandai wujudkan dengan persiapan yang matang dan semangat yang tidak putus, lho. Yuk segera hubungi IndoPanda dan mulai proses konsultasimu hari ini!
Hubungi Kami
WhatsApp : 0812-1301-0103
Instagram : @indo.panda
TikTok : @indo.panda

