5 Fakta CSCA yang Harus Diketahui Sebelum Ujian, Jangan Sampai Kelewatan!
Ujian CSCA saat ini sedang banyak dibicarakan, khususnya bagi mahasiswa yang berencana untuk meneruskan studi di China. Karena penerapannya yang baru diresmikan kurang dari 1 tahun yang lalu, ujian yang satu ini masih menjadi concern banyak orang, lho! Buat Sobat Pandai yang berencana mencari tahu lebih lanjut atau mengikuti ujian CSCA, yuk simak 5 fakta penting berikut soal CSCA untuk kuliah di China!
Saat ini hanya dibutuhkan untuk S1
Sebenarnya, siapa saja sih yang perlu mengambil ujian CSCA?
Pertanyaan itu banyak sekali ditanyakan, terutama ketika ujian CSCA pertama kali diresmikan sebagai syarat baru studi di China? Kabar baiknya, ujian CSCA saat ini hanya diperlukan jika Sobat Pandai berencana untuk mengambil program S1 di China. Sementara itu, program lain seperti belajar bahasa Mandarin, S2, S3, hingga D3 di China tidak mengharuskan pengambilan ujian CSCA.
Bahasanya Nggak Boleh Sembarangan Pilih
Seperti yang sudah diketahui, bahasa yang digunakan dalam ujian CSCA terbagi menjadi 2, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Meski begitu, perlu diperhatikan bahwa Sobat Pandai nggak boleh sembarangan pilih bahasa ujian yang akan diambil, ya. Bahasa yang Sobat Pandai pilih untuk ujian CSCA harus disesuaikan dengan bahasa pengantar yang akan diambil untuk program S1 nantinya.
Oleh karena itu, sebelum mulai belajar dan mengambil ujian CSCA, Sobat Pandai harus sudah yakin mengenai bahasa yang akan digunakan selama studi di China.
Harus Punya Dasar Kemampuan Bahasa Kuat
Ketika mau mengikuti ujian CSCA, Sobat Pandai nggak hanya diharapkan untuk mengerti mengenai soal matematika, bahasa, atau materi sains yang akan muncul di soal ujian. Selain kemampuan akademik sesuai dengan mata kuliah yang akan diambil, Sobat Pandai juga harus memiliki kemampuan berbahasa yang kuat.
Umumnya, Sobat Pandai yang ingin mengambil ujian CSCA berbahasa Inggris disarankan memiliki minimal skor IELTS 6.0-6.5. Sementara itu, Sobat Pandai yang mengambil ujian CSCA berbahasa Mandarin disarankan menguasai minimal HSK 4 agar bisa mengerjakan soal ujian CSCA dengan maksimal.
Professional Chinese Beda Dengan HSK dan Business Chinese
Banyak yang beranggapan bahwa belajar HSK saja sudah pasti cukup untuk mengambil ujian CSCA professional Chinese. Meski begitu, materi HSK masih memiliki perbedaan lho dengan materi ujian professional Chinese! Berbeda dengan materi HSK yang berfokus pada kosakata sehari-hari, materi professional Chinese biasa akan mengangkat bidang yang lebih teknis, sesuai dengan rumpun jurusan yang diambil. Karena itu, Sobat Pandai tetap dianjurkan untuk mengenal dan mempelajari kembali materi professional Chinese untuk bisa mendapatkan skor yang lebih memuaskan!
Selain itu, CSCA professional Chinese juga memiliki perbedaan dengan business Chinese. Mata pelajaran professional Chinese pada CSCA dikhususkan untuk murid yang tertarik menempuh studi S1 di China. Sementara itu, business Mandarin adalah pembelajaran bahasa Mandarin yang berfokus pada kemampuan berkomunikasi untuk keperluan pekerjaan.
Standar Skor Berbeda Tergantung Universitas
Saat ini, setiap universitas memiliki kriteria nilai CSCA yang berbeda-beda sehingga belum ada standar skor yang dapat dijadikan acuan untuk semua program kuliah di China. Meski begitu, beberapa aspek yang dapat Sobat Pandai perhatikan adalah ranking dan jurusan yang diambil biasanya akan berpengaruh kepada standar skor masing-masing universitas. Untuk tahu lebih lanjut mengenai standar skor CSCA universitas yang spesifik, Sobat Pandai sangat disarankan untuk konsultasi lebih lanjut dengan IndoPanda, ya!
Jadi, gimana nih Sobat Pandai? Setelah tahu fakta-fakta di atas, apakah Sobat Pandai merasa lebih siap untuk mengikuti ujian CSCA?
Buat Sobat Pandai yang masih ingin belajar materi CSCA, yuk segera daftarkan diri ke kelas CSCA dari IndoPanda supaya bisa mendapatkan skor yang memuaskan! Bersama, yuk kita wujudkan impian Sobat Pandai untuk kuliah di China!
