Beasiswa LPDP vs CSC: Bedanya di Syarat, Proses, dan Peluangnya

Siapa nih Sobat Pandai yang mau kuliah di China dengan beasiswa? Dengan coverage yang cenderung lumayan besar, beasiswa bisa banget menjadi solusi untuk Sobat Pandai yang memiliki dana terbatas. Selama ini, kita sudah banyak membahas soal beasiswa asal pemerintah dari China, yaitu beasiswa CSC. Meski begitu, masih ada satu lagi lho beasiswa yang umumnya banyak dilirik oleh mahasiswa Indonesia, yaitu beasiswa LPDP. Nah, apa sih bedanya beasiswa LPDP dengan CSC dan mana yang sebaiknya Sobat Pandai ambil? Yuk kita bahas perbedaan beasiswa LPDP dan CSC supaya Sobat Pandai bisa menentukan pilihan dengan lebih matang! 

Persyaratan Mendaftar Beasiswa LPDP vs CSC

Untuk mendaftar ke program beasiswa, sudah pasti ada serangkaian kriteria yang wajib dipenuhi oleh Sobat Pandai. Syarat yang diberikan pada umumnya bisa berbeda tergantung dengan jenis program dan universitas penyelenggara,  sehingga Sobat Pandai juga harus mempelajari dengan baik universitas tujuan yang diinginkan. Buat Sobat Pandai yang masih nge-blank soal syarat pendaftaran beasiswa LPDP dan CSC, yuk kita bahas bersama kriteria umumnya supaya bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik.

Persyaratan Daftar Beasiswa LPDP

Beasiswa yang satu itu dikhususkan untuk mahasiswa asal Indonesia yang ingin melanjutkan studi. LPDP umumnya lebih dikenal untuk jenjang S2 dan S3 dan dapat memfasilitasi pendaftaran luar negeri maupun dalam negeri. Buat Sobat Pandai yang ingin mengetahui kriteria pendaftaran beasiswa LPDP, ini dia beberapa syarat umum yang harus dipenuhi! Perlu diingat bahwa syarat ini bisa mendapatkan penyesuaian setiap tahunnya sehingga Sobat Pandai disarankan untuk mencari informasi terbaru sebelum melakukan pendaftaran, ya. 

  1. Surat rekomendasi yang diterbitkan maksimal 1 tahun yang lalu di bulan yang sama. 
  2. Komitmen kembali ke Indonesia, rencana pasca studi, dan rencana kontribusi ke Indonesia. 
  3. Hasil penyetaraan ijazah dan hasil konversi IPK dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atau Kementerian Agama. 
  4. Melampirkan surat rekomendasi yang ditulis dalam kurun waktu 1 tahun terakhir.
  5. Pendaftar S2 berusia maksimal 35 tahun dan pendaftar S3 berusia maksimal 40 tahun.
  6. Pendaftar S2 memiliki IPK minimal 3.00, sedangkan pendaftar S3 memiliki IPK minimal 3.25
  7. Memiliki sertifikat kemampuan berbahasa Inggris yang masih berlaku dengan ketentuan sebagai berikut. 
    • Pendaftar magister dalam negeri: TOEFL ITP 500, TOEFL iBT 61, PTE Academic 50, atau IELTS 6.0.
    • Pendaftar magister luar negeri: TOEFL iBT 80, PTE Academic 58, atau IELTS 6.5.
    • Pendaftar program doktor luar negeri: TOEFL ITP 530, TOEFL iBT 70, PTE Academic 50, atau IELTS 6.0.
    • Pendaftar program doktor luar negeri: TOEFL iBT 94, PTE Academic 65 atau IELTS 7.0.

Persyaratan Daftar Beasiswa CSC

Salah satu syarat mendasar untuk beasiswa CSC adalah pendaftar bukan warga negara China. Syarat ini sangat penting karena beasiswa CSC untuk program degree ditujukan untuk mahasiswa internasional yang berniat untuk berkuliah di China. Selain itu, ada beberapa persyaratan lagi yang harus Sobat Pandai perhatikan sebagai berikut.

  1. Pengantar bahasa Mandarin: minimal HSK 4 untuk S1 dan minimal HSK 5 untuk S2 dengan skor minimal 180
    Pengantar bahsa Inggris: skor IELTS 6.0 – 6.5 atau TOEFL 
  2. Minimal rata-rata rapor 80 untuk pendaftar S1 atau IPK 3.0 untuk pendaftar S2 dan S3.
  3. Surat rekomendasi.
  4. Medical check up sesuai dengan formulir yang disediakan oleh masing-masing universitas. 
  5. Study plan dan video perkenalan diri sesuai dengan kebijakan universitas masing-masing. 
  6. Melampirkan skripsi atau tesis yang dibuat sebelumnya untuk S2 dan S3 (opsional)
  7. Untuk pendaftar S1, batas usia adalah 25 tahun. Sementara itu, pendaftar S2 harus berusia di bawah 35 tahun. 

Coverage Beasiswa LPDP dan Beasiswa CSC

Selain mengetahui persyaratan yang harus dipenuhi, salah satu hal lain yang harus diperhatikan adalah besaran coverage beasiswa yang diberikan oleh masing-masing penyelenggara. Mengetahui besaran coverage beasiswa ini bisa membantu Sobat Pandai untuk mengetahui biaya yang perlu disiapkan selama menjalankan studi nantinya. Supaya nggak salah pilih, ini dia coverage beasiswa untuk kedua jenis beasiswa yang dibahas dalam artikel kali ini. 

Coverage Beasiswa LPDP

Bagi Sobat Pandai yang sudah nggak asing dengan beasiswa LPDP, jenis beasiswa yang satu ini sudah pasti menjadi salah satu pilihan yang menjanjikan. Dengan coverage beasiswa yang sudah dikenal besar, beasiswa LPDP sering menjadi rebutan mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Buat Sobat Pandai yang masih belum tahu detailnya, ini dia dana mahasiswa Indonesia yang akan ditanggung oleh beasiswa LPDP. 

  1. Dana Pendidikan
    • Pendaftaran
    • SPP atau tuition fee
    • Tunjuangan buku
    • Penelitian tesis atau disertasi
    • Dana seminar internasional 
    • Publikasi jurnal internasional

  2. Dana Pendidikan
    • Dana transportasi
    • Dana aplikasi visa
    • Asuransi kesehatan
    • Dana kedatangan dan hidup bulanan
    • Dana lomba internasionaal
    • Tunjangan keluarga (khusus doktor)
    • Dana keadaan darurat jika diperlukan 

Coverage Beasiswa CSC

Sebagai beasiswa yang dikenal sebagai fully funded scholarship, beasiswa CSC dari pemerintah China juga menawarkan coverage yang nggak kalah besar, lho. Kabar baiknya, coverage ini nggak hanya menanggung tuition fee, tetapi juga beberapa aspek lainnya. Meski begitu, perlu diingat bahwa keperluan seperti medical check up dan pembuatan visa masih harus ditanggung pribadi oleh mahasiswa internasional yang berniat melakukan pendaftaran. Supaya nggak bingung, ini dia rincian biaya yang ditanggung beasiswa CSC dari China. 

  1. Seluruh biaya tuition fee selama berkuliah di China.
  2. Akomodasi di dalam area kampus.
  3. Biaya asuransi kesehatan.
  4. Uang saku per bulan selama masa aktif kuliah (kisaran 2500 – 3500 RMB per bulan sesuai dengan jenjang pendidikan yang diambil). 

Proses Pendaftaran Beasiswa LPDP vs CSC

Alur pendaftaran sebaiknya Sobat Pandai pelajari sebelum menentukan program mana yang hendak diambil. Karena memiliki penyelenggara yang berbeda, LPDP dan beasiswa CSC umumnya memberikan alur pendaftaran yang cukup berbeda. Karena itu, yuk kita bahas perbedaan pendaftaran beasiswa LPDP dan CSC untuk mahasiswa Indonesia. 

Proses Pendaftaran Beasiswa LPDP

Proses pendaftaran LPDP pada umumnya dimulai dari akhir bulan Juni, di mana mahasiswa asal Indonesia memiliki kesempatan untuk mengumpulkan dokumen dan mengisi formulir registrasi sesuai dengan ketentuan dari penyelenggara. Berdasarkan hasil LPDP tahun 2025, hasil akhir akan diumumkan sekitar akhir November melalui laman resmi penyelenggara beasiswa. Sebagai referensi, ini dia rangkaian yang harus Sobat Pandai lalui jika berminat mendaftar beasiswa LPDP.

1. Pengumpulan Berkas 

Proses pertama yang Sobat Pandai harus lalui ketika hendak melakukan pendaftaran adalah mengumpulkan berkas administratif yang dibutuhkan. Secara umum, pendaftaran LPDP dapat dilakukan dengan 2 skema. Adapun skema pertama bisa Sobat Pandai ambil jika sebelumnya sudah memiliki LoA unconditional dari universitas tujuan yang menunjukkan bahwa institusi terkait sudah menerima mahasiswa sebagai peserta didiknya. Apabila Sobat Pandai belum memiliki Sobat Pandai, maka Sobat Pandai bisa memilih 3 universitas tujuan untuk didaftarkan pada beasiswa LPDP. 

2. Tes Bakat Skolastik

Ujian yang satu ini merupakan ujian computer based yang menjadi salah satu penentu kelayakan penerima beasiswa. Tes ini tujuannya untuk mengetahui kemampuan kognitif, penalaran, dan kecerdasan emosional. Pada tahun 2025, ujian ini dapat dibagi menjadi 4 bagian berbeda, yakni penalaran verbal, penalaran kuantitatif, pemecahan masalah, dan situational judgement test. 

3. Tes Substansi

Tes yang satu ini mungkin lebih dikenal dengan tes wawancara dan menjadi tahap paling akhir sebelum mahasiswa Indonesia dinyatakan diterima pada beasiswa LPDP. Pada bagian ini, Sobat Pandai biasanya akan diajukan pertanyaan berkaitan dengan motivasi, rencana studi, rencana setelah lulus, hingga pengetahuan terkait universitas yang didaftar. 

Proses Pendaftaran Beasiswa CSC

Secara umum, proses pendaftaran beasiswa CSC mungkin sekilas terlihat serupa dengan LPDP karena akan dibagi menjadi seleksi berdasarkan berkas administrasi, tes tertulis, hingga wawancara. Meski begitu, jenis tes ini pada umumnya akan berbeda tergantung dengan jurusan tempat Sobat Pandai mendaftar. Untuk mengetahui rangkaian beasiswa CSC, ini dia beberapa tahapan yang harus Sobat Pandai ketahui. 

1. Ujian Bahasa dan Ujian CSCA

Berbeda dengan beasiswa LPDP, CSC sendiri mewajibkan mahasiswanya untuk mengambil semua ujian sebelum melakukan pendaftaran. Ujian ini biasanya akan dibagi menjadi dua, yaitu ujian sertifikat bahasa (seperti HSK ataupun IELTS) dan ujian CSCA. Dalam ujian CSCA sendiri, Sobat Pandai akan mengerjakan soal terkait bahasa Mandarin, matematika, fisika, atau kimia. Materi ujian yang diambil pada umumnya akan disesuaikan dengan program studi yang diambil. 

2. Pengumpulan Berkas Administratif

Selain mengumpulkan berkas administratif seperti yang sudah dibahas sebelumnya, Sobat Pandai juga harus melampirkan hasil tes CSCA yang sudah diambil. Lampiran skor ini akan digunakan oleh pihak universitas untuk mengetahui tingkat kesiapan mahasiswa dalam melanjutkan studi. Selain itu, beberapa prodi seperti desain juga pada umumnya harus melampirkan portofolio yang mampu menunjukkan keterampilan dalam bidang yang akan diambil. 

3. Tes Wawancara

Sama seperti beasiswa LPDP, tahapan terakhir yang harus dilalui mahasiswa internasional ketika hendak mendaftar beasiswa CSC adalah prosedur wawancara dengan universitas yang dituju. Proses wawancara ini biasanya akan dilaksanakan secara online dengan menggunakan bahasa pengantar sesuai dengan preferensi yang sudah Sobat Pandai tentukan sebelumnya. 

BACA JUGA: Pertanyaan Interview Beasiswa China yang Sering Muncul (Dan Cara Menjawabnya)

Frequently Asked Questions

Apabila Sobat Pandai sudah yakin untuk berkuliah di China, beasiswa CSC bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai. Pemilihan beasiswa CSC bisa lebih sesuai karena penyelenggara yang satu ini hanya melayani universitas yang berada di China sehingga opsi yang diberikan lebih luas dan terarah. 

Mudah atau tidaknya beasiswa biasa akan tergantung dengan kemampuan dan kelengkapan berkas dari masing-masing pendaftar. Jika dilihat dari kelengkapan berkas dan persyaratan, beasiswa LPDP dan beasiswa CSC sebenarnya memberikan kriteria yang serupa. Supaya bisa melakukan pendaftaran beasiswa yang lebih sesuai, Sobat Pandai disarankan untuk berkonsultasi terkait rencana studi terlebih dahulu. 

Beasiswa LPDP pada umumnya dimulai dari akhir bulan Juni hingga akhir bulan November. Sementara itu, beasiswa CSC umumnya membuka pendaftaran di awal tahun. Hasil seleksi biasa akan diberitakan sekitar bulan April hingga Juli tergantung dengan kebijakan universitas masing-masing. 

Sobat Pandai boleh mendaftar LPDP dan CSC secara bersamaan, tetapi tidak diperbolehkan menerima keduanya sekaligus karena Beasiswa CSC sendiri tidak memperbolehkan mahasiswanya untuk melakukan double funding. 

Pelajari lebih lengkap pada artikel berikut: Apakah Beasiswa China untuk International Students Bisa Digabung dengan Beasiswa Lain?

Temukan Beasiswa Kuliah di China dengan IndoPanda

Sudah yakin mau kuliah di China? Langkah awal yang bisa Sobat Pandai ambil adalah memilih jurusan dan mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan supaya nggak kewalahan. Buat Sobat Pandai yang masih bingung, yuk segera konsultasi dengan IndoPanda buat wujudin mimpi kuliah di China mulai hari ini juga!

Scroll to Top